Pendidikan

Mengetahui Cara Berkembang Biak Bambu di Alam


Tak asing lagi di Indonesia, tumbuhan bambu kerap dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari kebutuhan furnitur, misalnya sebagai bahan baku pembuatan kursi, meja, maupun rak. Hingga dimanfaatkan juga untuk membuat perkakas sehari-hari. Selain itu, bambu pun dimanfaatkan sebagai komposisi utama pembuatan mainan, pajangan, hingga kerajinan tangan anak sekolah.

Menariknya, kegunaan bambu bagi masyarakat Indonesia juga termasuk sebagai bahan pangan. Yap, bambu kerap dikonsumsi ketika masih dalam bentuk tunas atau yang disebut dengan rebung, atau orang jawa juga biasa menyebutnya sebagai bung.

Kendati lumrah dan biasa kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, namun ternyata masih banyak yang belum mengetahui tentang bagaimana cara berkembang biak bambu. Apakah bambu berkembang biak dengan cara vegetatif atau generatif? untuk mengetahuinya, silahkan simak artikel kali ini.

Cara Berkembang biak Tanaman Bambu

Dengan kegunaannya yang beragam, tanaman bambu sudah sepatutnya dikenal dengan lebih baik lagi, termasuk tentang cara perkembang biakan bambu. Berikut pemaparan mengenai ciri umum tanaman bambu, dilengkapi dengan metode persemaiannya.

Tanaman bambu hidup secara berumpun dengan akar yang menjalar. Oleh karena itu, secara lumrah Anda pasti menemukan bambu tumbuh berkelompok, dengan pohon baru yang tumbuh di sekeliling indukannya. Bambu merupakan tumbuhan yang memiliki daya biak cepat, dengan proses penyimpanan cadangan makanan pada bagian batang.

Batang bambu memiliki khas batangan yang berkayu, berbuku-buku, dan terdapat bulu-bulu halus pada permukaannya. Bambu termasuk dalam tumbuhan yang bisa bertahan dalam berbagai kondisi, dan tidak memerlukan perawatan khusus dalam perkembangbiakannya.

Secara umum, cara perkembangbiakan bambu adalah dengan cara vegetatif atau aseksual. Jenis bambu yang tumbuh dengan cara ini bermediakan tunas baru yang tumbuh di tiap rimpangnya.

Nantinya tunas yang baru muncul akan tumbuh dengan mengambil bahan makanan dari rimpang indukannya, dengan menggunakan sistem penyerapan akar. Karena itu bambu jenis ini tak akan berhenti berkembang walaupun sudah memiliki tunas-tunas baru, berbeda dengan metode generatif.

Bambu memiliki berbagai jenis, di antaranya ada yang berkembang menggunakan metode generatif atau seksual. Energi yang dihasilkan oleh bambu digunakan seluruhnya untuk proses pengembangan bunga dan biji. Karena itu jenis bambu ini kerap berhenti tumbuh begitu bagian bunganya mulai muncul, sebab semua cadangan makanannya digunakan untuk keperluan berkembangbiak. Tak lagi didistribusikan ke bagian batang dan daun.

Bagian benih yang telah cukup usia atau matang, nantinya akan jatuh ke media tanah dan memulai proses perkecambahan. Kisaran wkatu yang dibutuhkan untuk tahapan ini sekitar tiga hingga lima hari.

Setelah proses perkembangbiakan ini, jenis bambu tertentu bisa saja berhenti tumbuh, bahkan mati.

Kendati dikenal sebagai jenis tumbuhan yang tidak rewel, bambu tetap memiliki beberapa perlakuan khusus, terlebih lagi bagi Anda yang berniat melakukan pengembangbiakan atau budidaya.

Yang pertama, catatan untuk musim tanam. Penanaman bambu disarankan untuk dilakukan pada  musim penghujan. Hal ini dapat membantu proses perkembangbiakan bambu menjadi lebih cepat, karena ketersediaan air tanah yang lebih baik.

Keadaan ini dapat mendukung pertumbuhan batang bambu, sehingga cadangan makanan yang dimiliki akan lebih melimpah. Hal ini akan mendongkrak proses pengembangbiakan, baik dengan metode generatif maupun vegetatif.

Kedua, perawatan berkala. Untuk menjaga kualitas bambu dan tunas baru, Anda juga dianjurkan untuk menyiangi rumput dengan teratur, minimal sekali setiap dua minggu. Tujuannya adalah untuk menjaga kadar nutrisi bambu, agar tidak habis terbagi ke tanaman liar.

Ketiga, penyiraman rutin. Ini merupakan catatan bagi penanaman bambu yang tidak dalam musim penghujan. Anda dianjurkan untuk melakukan penyiraman rutin, dengan kisaran waktu sekali hingga dua kali seminggu. Tujuannya untuk menghindari kekurangan air pada bambu, yang akan berakibat pada pengguguran daun, dan penurunan kualitas batang.

Itulah penjelasan mengenai gambaran umum, beserta cara perkembangbiakan bambu. Hingga saat ini, bambu menjadi salah satu tanaman yang kerap dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan pertumbuhannya yang tidak sukar, perawatannya yang tidak merepotkan, dan kegunaannya yang melimpah untuk diproduksi kembali.

Pendidikan
Contoh Laporan Praktikum Gerak pada Tumbuhan Kacang Hijau [+DOC]
Pendidikan
[+PDF] Contoh Laporan Praktikum Ekosistem Darat dan Perairan
Pendidikan
Apa Saja Sifat-sifat yang Dimiliki oleh Elektron?
There are currently no comments.